Keunikan motif Noken Papua mewakili suku-suku | Liputan 24 Bali
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Keunikan motif Noken Papua mewakili suku-suku

Posted by On 2:00 AM

Keunikan motif Noken Papua mewakili suku-suku

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Kom en!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Keunikan motif Noken Papua mewakili suku-suku
  • Rabu, 06 Desember 2017 â€" 15:22
  • 142x views
Keunikan motif Noken Papua mewakili suku-suku motif itu diketahui berdasarkan kajian dan penelusuran langsung di lima wilayah adat Direktur Ekologi Papua Titus C. Pekey ketika berbncang bincang dengan pengrajin noken di Taman Imbi di kota Jayapura - Jubi/ Hengk Yeimo Hengky Yeimo yeimohengky@gmail.com Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Motif Noken di Papua disebut mewakili suku-suku daerah setempat. Tercatat 250 jenis Noken di Papua dengan motif yang mengambarkan atribut adat, sehingga setiap suku di Papua memunyai nama dan bentuknya masing-masing.

“Noken itu atribut adat sehingga setiap suku di Papua memunyai nama dan bentuknya masing masing,” kata Direktur Ekologi Papua, Titus Chirist Pekey, Titus kepada Jubi belum, Senin (4/12/2017).

Titus mengatakan telah mencatatkan motif Noken itu pada tanggal 5 hingga 29 February 2011, usai penelitian di tuju h wilayah adat. Menurut dia, motif itu diketahui berdasarkan kajian dan penelusuran langsung di lima wilayah adat yaitu Lapago, di Jayawijaya, Mamata di Jayapura Sentani, Saireri di Biak dan Nabire, Meepago Enarotali dan Epouto, Domberai di Manokwari, Arfak kota Sorong Teminabuan Maibrat.

“Itu kami data sebelum didaftarkan ke Unesco,” kata Titus menjelaskan.

Hasil pendataanya dulu terdapat puluhan orang perajin noken sesuai denga motif khas dan suku masing-masing. Namun setelah Noken masuk nominasi Unesco, penrajin tas tradisional itu bertambahhingga mencapai ratusan ribu pengrajin

Termasuk di Nabire yang sebelumnya dijumpai 15 orang, namun sekarang jumlah penyulam sudah banyak. Menurut dia bertambahnya perajin noken bukan karena sekedar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga semata.

“Tetapi secara adat dan budaya Papua, motif Noken punya filosofi serta simbol kehidupan masyarakat,” katanya.

Ketua Yayasan Noken Papua, Meri Dogopia mengatakan pemerintah harus menyedian pasar los bagi mama- mama penjual sebagai sentra Noken di tanah Papua.

“Anak anak noken harus berani melakukan proteksi terhadap penjualan noken di Papua," kata Meri Dogopia.

Menurut dia, Noken merupakan hasil kreatifitas mama-mama yang kini viral dibicarakan di mana-mana. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Tiga truk pengangkut rusak, dua minggu sampah dibiarkan numpuk

Selanjutnya

Baca Juga
  • Cuitan Dubes Inggris di twitter, dinilai kondisi riil di Papua

    Polhukam â€" Selasa, 28 November 2017
  • Legislator Papua: Jika malu budaya OAP, biarkan kami urus diri sendiri

    Polhukam â€" Selasa, 28 November 2017
  • Pertemuan ULMWP di Vanuatu bahas resolusi dan struktur baru

    Berita Papua â€" Rabu, 29 November 2017
  • Benny Wenda dan Octovianus Mote kembali pimpin ULMWP

    Nasional & Internasional â€" Jumat, 01 Desember 2017
  • Legislator Papua ingin pangdam bersikap seperti kapolda

    Polhukam â€" Minggu, 03 Desember 2017

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal d i Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Suara Papua Dibungkam
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:27
Diproduksi : wpu Press UnFreedom in West Papua, an interview with Victor Mambor
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:18
Diproduksi : wpu Forest for Ecotourim, Papuan Way
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:05
Diproduksi : wpu A Story of the Morning Star Bracelet, Cerita Gelang Bintang Fajar
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:48
Diproduksi : wpu 50 Years of Freeport in Papua, 1967-20 17
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:22
Diproduksi : wpu Depapre Port, the beginning of
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:05
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Serapan anggaran pembangunan Jayawijaya baru 85 persen

    Lapago â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 16:25 WP
  • Dukcapil buka perekaman e-KTP di pameran pembangunan

    Lapago â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 16:16 WP
  • Jelang natal, RPK Nabire akan tambah bahan pangan

    Saireri â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 16:15 WP
  • Dua Puskesmas di Jayawijaya sedang proses akreditasi

    Lapago â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 15:55 WP
  • Keunikan motif Noken Papua mewakili suku-suku

    Mamta â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 15:22 WP
  • Pasca dipalang, aktivitas di SMPN 2 dan SMAN 1 Sentani kembali normal

    Penkes â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 14:33 WP
  • Pasar Pharaa Sentani belum dilengkapi fasilitas pendukung

    Jayapura Membangun â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 12:51 WP
  • Oknum polisi ancam bunuh wartawan dengan senjata laras panjang

    Polhukam â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 12:40 WP
  • BNN ingin ada pusat rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di Jayapura

    Jayapura Membangun â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 12:20 WP
  • Tiga truk pengangkut rusak, dua minggu sampah dibiarkan numpuk

    Mamta â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 12:13 WP
  • BI prediksi inflasi triwulan empat akan lebih tinggi

    Ekonomi â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 10:10 WP
  • Tolikara,‎ bakar batu wam hingga ayam untuk rekonsiliasi dan syukuran

    Lapago â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 10:01 WP
  • Empat media lokal Papua lolos verifikasi faktual Dewan Pers

    Berita Papua â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 09:59 WP
  • Distrik Abepura menjadi nominator kota sehat nasional

    Mamta â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 08:48 WP
  • Triwulan III 2017, pertumbuhan ekonomi Papua melambat

    Ekonomi â€" Rabu, 06 Desember 2017 | 08:18 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Liputan 24 Enarotali

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »