GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Serapan anggaran pembangunan Jayawijaya baru 85 persen

Serapan anggaran pembangunan Jayawijaya baru 85 persen Hal itu diketahui berdasarkan hasil evaluasi pembangunan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) . Kota Wamena tamp…


Serapan anggaran pembangunan Jayawijaya baru 85 persen Hal itu diketahui berdasarkan hasil evaluasi pembangunan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) . Kota Wamena tampak dari atas-Jubi/Ist Islami Adisubrata islami@tabloidjubi.com Editor : Edi Faisol
Papua No. 1 News Portal | Jubi,
Wamena, Jubi " Serapan anggaran pembangunan pemerintah Kabupaten Jayawijaya saat ini baru mencapai 85 persen. Hal itu diketahui berdasarkan hasil evaluasi pembangunan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) .
Diharapkan dipacu sehingga progres pembangungan sampai di akhir 2017 ini bisa mencapai 100 persen,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jayawijaya, Petrus Mahuze, di Wamena, Rabu (6/12/2017).
Serapan anggaran belanja sebanyak 85 perspen itu di mencakup pembangunan fisik maupun non fisik. Belum tercapainya serapan anggaran itu akan ditindaklanjuti dengan evaluasi pada pert engahan bulan Desember ini.
“Evaluasi secara keseluruhan untuk melihat terakhir perkembangan sehingga mungkin tidak terlalu banyak program kegiatan yang akan dibawa ke tahun 2018," kata Petrus menambahkan.
Menurut Petrus, serapan anggaran itu hanya untuk APBD, sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) ada masalah, karena kebanyakan kegiatan itu kontraktual sehingga diharapkan sampai akhir tahun pekerjaan selesai.
Sebelumnya Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, menegaskan setiap OPD penyerapan anggarannya masih rendah tidak diperkenankan mengusulkan kegiatan terlalu banyak. Kebijakan itu sebagai sanksi bagi OPD yang lemah menyerap anggaran 2017.
"Kami akan evaluasi penyerapan dana dari semua OPD dan nanti yang kurang, tahun berikut tidak usah kasih kegiatan banyak karena kemampuan mengelola keuangan terlalu rendah," kata Wempi.
Menurut Wempi OPD di Jayawijaya boleh berlomba-lomba mendapat proyek dan pekerjaan yang banyak, na mun harus dibarengi kinerja yang optimal agar penyerapan tidak lambat.
"Saya rasa kalau OPD tidak konsisten berarti juga ikut menghambat pembangunan di daerah ini," katanya. (*)Sumber: Google News | Liputan 24 Wamena

No comments